Kamis, 01 September 2016

Mahasiswa : Pemikiran Sempit nan Tanpa Batas


Ilustrasi : Mahasiswa
Mahasiswa dengan segala pengorbanan pada hidupnya
Mencoba untuk mengabdi pada Orangtua yang membesarkannya
Mencoba menggapai cita-citanya untuk bangsa dimana dia berada
Pada awal-mulanya

Berenang di suasana jurusan yang ternyata jauh berbeda dari masa sekolahnya
Budaya ini itu, harus melekatkan kebanggaan kampus pada dirinya
Merasa dia harus mengabdi pada kampusnya

Rasa malu akan cemoohan senior
Rasa gengsi untuk sekedar memajukan organisasi dalam kampusnya
Rasa ingin dipuji dan dianggap benar dikalangannya dan seniornya
Berlomba dengan dasar membela Indonesia dengan anggapan sebenar-benarnya

Mengena, mereka berhasil atau tidak tiada yang mempermasalahkan
Hanya senior yang cinta dan sayang

Mereka lupa, mereka mengabdi pada hanya tempatnya
Mereka tak tahu, mereka belajar untuk dipuji atau untuk membenarkannya
Mereka kritis, selalu memutar-balikkan fokus agar kebanggaan dapat diraih dengan pahamnya
Pemikiran Sempit tak Terbatas, Kritis tak Berdasar
Pemikiran Luas Terbatas, Tak Kritis lebih Tak Berdasar

Kini saat untuk berubah, berubah pada niat untuk semua
saatnya kita berniat untuk belajar membuat benar apa yang salah
Apa itu yang salah? Dan apa itu yang benar?

Rabu, 30 Maret 2016

Minggu, 16 Agustus 2015

Failure Dice is the Best Dice


                Beberapa waktu yang lalu gue sempet banyak mendengar celotehan temen temen gue. Mereka katanya merasa gabut, setiap harinya hanya makan-minum-tidur. Itu bener. Mereka gak produktif banget. Karena mereka telah diterima sebagai Maba di berbagai PTN di Indonesia lewat SNMPTN dan mereka gak lagi harus belajar buat tes tulis dan tetek bengeknya, mungkin memang takdir mereka dan itu bukanlah suatu keberuntungan. Bagaimana dengan gue? Apakah gue juga merasa gabut? Sulit bagi gue buat merasakan rasanya senang bahkan sampe leyeh leyeh gak berguna. Gue gagal men. Iya, bener gue gagal dalam SNMPTN. Gue berpikir mungkin karena Teknik Fisika ITS terlalu bersaing buat gue, atau karena rapor gue memang tidak sebagus saingan saingan gue, dan juga karena kegagalan gue untuk mendapat title dari banyak lomba yang gue ikuti untuk meng-katrol gue dalam SNMPTN. Yang pasti, its my failure launch.
               

Sabtu, 09 Mei 2015

If Time is All I Have


Bukan lyric lagu, kisah nyata.

Ini udah mau menjelang akhir semester lima, dan gue masih aja berkutat dengan masalah SNMPTN. Status gue sekarang : I’m  depressed (bukan gara-gara di-PHP-in ketum MP, soalnya gue cowok) . Gue seharusnya udah kibas-kibas sertifikat macem-macem lomba sekarang. Dua minggu kemarin gue sempet punya kesempatan buat ngebantu ngeringanin biaya orang tua gue saat kuliah nantinya. Gue ikut lomba logika dari sebuah unversitas di Jatim. Sumpah, gue gak abis pikir. Gue gak lolos lagi di lomba macem ginian. Mendadak impian gue seperti ditutupi awan badai yang gak kunjung reda.